Home » » Sengketa perbatasan RI-Malaysia, dan Harapan SBY

Sengketa perbatasan RI-Malaysia, dan Harapan SBY

Posted by Master Publishing on Monday, 20 October 2014

peta perbatasan peta perbatasan

MILITER.ID-Dalam pertemuan antara presiden SBY dengan Tim Teknis Penetapan Batas Maritim di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10) yang lalu. Seperti dilansir dari situs setkab.go.id, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada Pemerintahan Malaysia untuk sungguh-sungguh dalam menyelesaikan sengketa perbatasan. Presiden mengharapkan sengketa batas wilayah dengan Malaysia bisa dituntaskan, karena selama ini hasilnya kurang nyata dibanding negara tetangga lain.

Presiden SBY mengatakan persoalan perbatasan  dengan Singapura,Timor Leste , Filipina, dan Vietnam bisa diselesaikan. Karenanya presiden berharap dengan Malaysia juga ada progres yang signifikan.Dengan kejelasan perbatasan, Presiden menilai, akan jelas bagi Indonesia dalam mencegah timbulnya konflik.Menurut Presiden SBY, persengketaan yang tidak tuntas hanya  akan menghantui politik dan keamanan di antara negara yang berselisih tentang perbatasannya, sering terjadi menjadi konlfik terbuka dan ketegangan politik.

Ia menyebutkan, di wilayah lautan Indonesia terdapat 182 base point atau garis pangkal yang dijadikan dasar penetapan perbatasan wilayah laut dengan sepuluh negara, yakni India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Tiongkok, Papua Nugini, Australia, dan Timur Leste. Dalam  pertemuan yang dihadiri Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, KSAL, WAKSAD, Hassan Wirajuda, Presiden SBY  berharap kepada merekauntuk membantu Presiden terpilih Joko Widodo.

Selanjutnya Menlu Marty mengatakan selama periode 2004 – 2014 Indonesia telah berhasil mencapai penetapan batas maritim dan penetapan garis laut dengan Singapura, batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dengan Filipina. Dalam waktu dekat, kata Marty, Indonesia juga akan memulai pengesahan persetujuan batas ZEE antara Indonesia dan Filipina, dan penetapan garis laut segmen timur selat  Singapura.

Sementara itu seperti ditulis tempo, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Seri Zahrain Mohamed Hashim menegaskan negaranya merundingkan perbatasan dengan Indonesia secara serius, dimana proses negosiasinya masih terus berjalan terkait  masalah perbatasan Malaysia dan Indonesia saat ini terdapat di empat wilayah yakni di Sulawesi atau Laut Ambalat,Tanjung Datu, Selat Malaka dan sebelah timur Singapura.

Dia menegaskan pendekatan yang dipilih untuk menyelesaikan masalah perbatasan tetap berdasarkan konvensi hukum laut internasional atau United Nation Convention on the Law of theSea (UNCLOS).
Selanjutnya Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Manahan Simorangkir, mengatakan menara suar yang sempat dibangun oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, sudah dibongkar mulai hari ini.Seperti dilansir dari VIVA news, Menurut laporan yang diterima oleh Manahan, Malaysia sendiri yang membongkar bangunan setinggi 13 meter tersebut.

Atas tindakan Negeri Jiran itu, Pemerintah Indonesia menyatakan apreasiasi yang tinggi,karena Malysia dianggap memegang komitmen dan niat baik untuk tetap menjalin hubungan baik dan menjaga keamanan regional.Sedangkan untuk wilayah lautnya, Manahan menjelaskan masih tetap menjadi status quo. Artinya, tidak boleh ada kegiatan apa pun di sana yang dapat memprovokasi.

Diolah dari beberapa sumber



View the original article here



Peliculas Online


0 comments:

Post a Comment

.comment-content a {display: none;}